Khazanah Ramadhan

Sucikan Hati, Sucikan Pikiran

Shalat Witir, Sebelum Tidur Sesudah Isya atau Setelah Tahajud?

KHAZANAH ISLAM - SHALAT witir kerap mengiringi shalat tarawih selama bulan Ramadhan. Namun, Witir bukan hanya penutup sholat tarawih (qiyamul lail) di bulan Ramadan.  Witir merupakan penutup shalat sunah seseorang dalam waktu sehari semalam. Jadi, witir dapat dilakukan sepanjang tahun, bukan di bulan Ramadhan saja.

Witir adalah shalat sunah muakkadah yang jumlahnya ganjil (1, 3, 6, 9 dan 11). Sifat sholat witir yang ganjil sangat disukai Allah, karena Allah menyukai bilangan yang ganjil. Selain itu, angka ganjil juga merujuk pada keesaannya. Oleh sebab itu, rangkaian shalat sunah seseorang dalam sehari semalam hendaknya ditutup dengan witir sebagai bukti pengesaan hamba kepada Tuhan.

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Barang siapa mengerjakan salat pada malam hari maka hendaklah dia menjadikan salat terakhirnya sebagai Witir (sebelum Subuh) karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan hal tersebut.” (Said bin ‘Ali bin Wahf al-Qahtjani, Ensiklopedia Shalat menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, 2006, hlm. 450).

Nah, bagaimana cara melaksanakan witir yang tepat? Apakah sesudah sholat Isya dan sebelum tidur, atau sesudah shalat tahajud?

Salat qiyamul lail (shalat sunah yang biasanya ditutup oleh witir) adalah salat sunah yang dilaksanakan sesudah salat Isya dan sebelum terbit fajar. Termasuk di dalamnya adalah shalat tahajud.

Keutamaan di antara kedua waktu tadi disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibn Khuzaimah.

Hadis itu berbunyi: A’isyah r.a berkata, “Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar, ‘Kapan kamu Salat Witir?’ Abu Bakar menjawab, ‘Sebelum tidur’.” Beliau bertanya kepada Umar, ‘Kapan kamu Salat Witir?’ Umar menjawab, ‘Saya tidur dulu lalu Salat Witir. Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, ‘Kamu telah mengambil sesuatu yang teguh.’ Sementara itu, kepada Umar, beliau berkata, ‘Kamu telah mengambil kekuatan.’

Hadis di atas menunjukkan pelaksanaan setelah tidur atau sebelum tidur memiliki keistimewaannya masing-masing. Namun, jika merujuk ke hadis lain, bakal ditemukan Salat Witir sebelum tidur lebih diutamakan. Salah satunya hadis yang diriwayatkan Ahmad.

Hadis itu berbunyi: “Abu Dzar berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah SAW) pernah berpesan kepadaku tentang tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan untuk selamanya, Insyaallah, yaitu sholat fajar, sholat witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari pada setiap bulan.”

“Sedangkan Imam Al-Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim menjelaskan perbedaan keduanya hanyalah soal kesanggupan seorang Muslim melaksanakannya. Lebih tepatnya, apakah dia bisa memastikan diri untuk bangun dari tidur guna melaksanakan sholat Witir atau tidak.

“Hal ini merupakan dalil mengakhirkan Salat Witir hingga akhir malam lebih utama bagi orang yang yakin bisa bangun pada akhir malam (menjelang subuh). Sementara itu, bagi orang yang tidak yakin bisa bangun pada akhir malam, mengerjakan witir lebih awal adalah lebih utama. Inilah pendapat yang tepat. Hadis-hadis sahih yang lain juga menunjukkan perincian seperti ini.” ((Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal, Mukjizat Shalat Malam-Meraih Spiritualitas Rasulullah, 2002, hlm. 76-77).

Sementara itu, Ustaz Adi Hidayat menyatakan, ada dua waktu melaksanakan sholat witir dan dua-duanya benar. Witir bisa dilaksanakan sesudah Isya sebelum tidur dan sesudah sholat tahajud sebelum terbit fajar.

1. Sesudah Isya sebelum tidur

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, sholat witir sesudah Isya dilakukan bila malamnya tidak mampu bangun. Sholat witir dilaksanakan salat malam setelah Isya sampai Fajar.

Kenapa sholat witir dilaksanakan sesudah sholat tarawih? Itu karena sholat tarawih artinya berasal dari kata tawiha, yang artinya sesuatu yang tenang. Karena itu, ada jeda tiap dua rakaat.

Karena itulah sholat tarawih tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. “Sholat tarawih artinya menunaikan salat dengan jeda untuk melahirkan ketenangan pada jiwa,” kata Ustaz Adi Hidayat.

2. Salat witir sesudah salat tahajud

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, jika sudah melaksanakan sholat witir karena tidak yakin mampu bangun, tapi ternyata kemudian bisa bangun, maka hukumnya boleh melaksanakan shalat malam setelah melaksanakan salat witir.

Landasannya menurut Ustaz Adi Hidayat, Nabi Muhammad SAW pernah salat malam 2 rakaat setelah salat witir. Namun, menurut Mazhab Ahmad, tidak perlu salat witir lagi sesudah sholat tahajud, karena Nabi tidak pernah melaksanakannya.

Hadits of The Day

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya para pelukis pada hari kiamat akan disiksa. Dikatakan kepada mereka, "Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan."

(HR. Ibnu Majah No. 2142)

Alamat Kami

Jl. Pakuan, Tegallega. Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Jawa Barat 16143

  • dummy+62 251 8312 206

  • dummy+62 251 8356 927

  • dummy rektorat@unpak.ac.id

Internal Link

Lokasi Kampus