COVID-19

Darurat Corona Virus Disease

Riset: Face Shield Tidak Cukup untuk Gantikan Masker

Riset: Face Shield Tidak Cukup untuk Gantikan Masker (Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi)

JAKARTA – Di tengah pandemi virus Corona, menggunakan masker sudah menjadi kewajiban agar tidak menyebarkan virus. Tapi ada juga yang memilih menggunakan face shield saja karena merasa lebih nyaman saat bernapas dan bisa berbicara dengan lebih jelas.

Tapi, studi dan visualisasi terbaru memperlihatkan bahwa face shield dan masker berkatup tidak cukup baik untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19.

Walau face shield bisa menghentikan droplet yang keluar dari batuk, droplet yang lebih kecil seperti aerosol bisa dengan mudah bergerak di sekitar bagian pelindung dan kemudian menyebar ke area yang lebih luas.

Hal ini merupakan kesimpulan dari studi yang dilakukan oleh peneliti dari Florida Atlantic University yang diterbitkan di jurnal Physics of Fluids. Untuk menguji efektivitas face shield dan masker berkatup, peneliti melakukan simulasi batuk menggunakan manekin dan mesin kabut

Mesin kabut yang terhubung dengan kepala manekin digunakan untuk menciptakan uap air dari air dan gliserin. Untuk membuat simulasi batuk, digunakan pompa untuk mendorong uap air keluar dari mulut manekin.

Peneliti kemudian memvisualisasikan droplet uap air ini menggunakan lembaran laser yang diciptakan dengan mengarahkan laser pointer berwarna hijau melalui batang silinder. Dalam pengaturan ini, droplet yang keluar dari batuk terlihat seperti uap air berwarna hijau yang keluar dari mulut manekin.

Untuk simulasi face shield, alat pelindung diri ini awalnya bisa mendorong droplet ke arah bawah setelah batuk. Tapi droplet lebih kecil tetap berada di bagian bawah face shield dan melayang di bagian samping.

Pergerakan droplet saat simulasi batuk menggunakan face shield Foto: Siddharta Verma/Manhar Dhanak/John Frankenfield

Akhirnya droplet menyebar hingga 0,9 meter ke arah depan dan samping manekin. Dalam beberapa kasus, droplet bahkan menyebar ke bagian belakang manekin, bukan ke depan.

Tapi perlu dicatat bahwa ini hanya simulasi di mana manekin hanya menggunakan face shield sebagai pengganti masker. Dosen dari Florida Atlantic University yang juga penulis utama studi ini, Siddharta Verma mengatakan face shield tetap bisa digunakan bersama masker untuk mengurangi paparan terhadap virus dari jalur lain, seperti mata.

"Tidak apa-apa jika menggunakan keduanya bersamaan. Tapi hanya face shield saja tidak seefektif masker. Ini membantu orang-orang untuk melihat bagaimana droplet menyebar," kata Verma, seperti dikutip detikINET dari Inverse, Kamis (3/9/2020).

Untuk masker berkatup, semburan droplet melewati katup di depan masker saat batuk. Awalnya droplet ini menyembur ke bagian bawah, tapi lama-lama menyebar ke area yang lebih luas.

Pergerakan droplet saat simulasi batuk menggunakan masker berkatup Foto: Siddharta Verma/Manhar Dhanak/John Frankenfield

Peneliti juga meneliti masker medis dari dua merek yang berbeda. Walau keduanya terlihat mirip, salah satu masker terlihat lebih efektif dalam menghentikan penyebaran droplet dibanding masker lainnya.

"Ini menandakan bahwa bahkan di antara masker yang tersedia secara komersial yang mungkin sekilas terlihat sama, ada perbedaan yang signifikan dalam kualitas dan jenis material yang digunakan untuk manufaktur masker ini," kata Verma.

Karena studi ini hanya simulasi, studi ini tidak memberikan data tentang kondisi pasti yang bisa menyebabkan penyebaran virus. Misalnya dengan virus Corona, tidak jelas berapa lama virus tetap menular di udara, dan seberapa jauh partikel menular bisa menyebar, atau berapa banyak virus yang diperlukan untuk membuat seseorang sakit.

Verma juga mengatakan bahwa masker dan face shield terbaik masih memiliki potensi untuk bocor. Ia mengingatkan bahwa menjaga jarak sambil mengenakan masker sangat penting untuk mengurangi penularan.

Sumber: https://inet.detik.com

INFORMASI PMB

PENDAFTARAN

Seputar COVID-19

Alamat Kami

Jl. Pakuan, Tegallega. Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Jawa Barat 16143

  • dummy+62 251 8312 206

  • dummy+62 251 8356 927

  • dummy rektorat@unpak.ac.id

Internal Link

Lokasi Kampus