Alamat :
Jalan Pakuan, Kotak Pos 452 Bogor
Telp.(0251) 8380137, Fax. : 0251 8356927
| Ketua | : | Drs. Aep Syaepul Rohman, M.Si. | (Detail Profile) |
| Sekretaris | : | Nina Agustina, S.E., M.E. | (Detail Profile) |
| Pusat-Pusat Peneltian : | | ||
| Pusat Peneltian Industri & Kewirausahaan | : | Sri Hidajati Ramdhani, S.E., M,E. | (Detail Profile) |
| Pusat Peneltian Sumber Daya dan Iptek | : | Dra. Eka Herlina, M.Pd. | (Detail Profile) |
| Pusat Peneltian Kemasyarakatan Budaya dan Lingkungan Hidup | : | Drs. Prapto Waluyo, M.Hum. | (Detail Profile) |
RIWAYAT LEMBAGA PENELITIAN UNPAK
Bertolak dari pemikiran tersebut serta sesuai dengan PP Nomor 5 Tahun 1980 tentang Pokok-pokok Organisasi Universitas/Institut, maka Universitas Pakuan pada tanggal 1 Nopember 1980 mendirikan Lembaga Penelitian, berdasarkan SK Yayasan Kartika Siliwangi Pendiri Universitas Pakuan (YKS-PUP) Nomor: 17/YKS-PUP/X/1980. Pada awal pendiriannya, lembaga ini bergabung dengan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat, dengan nama : Lembaga Peneltian dan Pengembangan dan pengabdian pada masyarakat (LPPM), yang membawahi :
1. Pusat Penelitian Pemukiman Indonesia
2. Pusat Penelitian Aplikasi Penginderaan Jauh
3. Pusat Penelitian Bidang Hukum Pidana dan Perdata
4. Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat.
Tahun 1982 pusat pusat dibawah ini LPPM berubah menjadi :
1. Pusat Penelitian Pemukiman Indonesia
2. Pusat Penelitian Aplikasi Penginderaan Jauh
3. Pusat Penelitian Hukum dan Pidana
4. Pusat Bantuan dan Konsultasi Hukum (PBKM)
yang kemudian pada tahun 1983 berubah menjadi :
1. Pusat studi dan Penelitian Hukum Pidana (PsPHPn)
2. Pusat studi Penelitian Penginderaan Jauh ( PsPPJ)
3. Pusat studi Hukum Perdata (PsPHPt)
4. Pusat Bantuan dan Konsultasi Hukum(PBKM)
5. Pusat Studi dan Penelitian Pemukiman Indonesia ( PsPPI)
6. Pusat Studi dan Penelitian Ekononi Masyarakat (PsPEM)
7. Pusat Informasi Kekayaan Alam (PIKA).
Pada Tanggal, 7 Juni 1983 Sesuai SK YKS-PUP Nomor : 022/SK/YKS-PUP/VI/1983, LPPM Unpak dipecah menjadi :
1. Lembaga Penelitian dan Pengembangan dan
2. Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat
Namun pada tahun 1984 kedua lembaga tersebut digabungkan lagi menjadi LPPM, sesuai SK YKS PUP Nomor : 013/SK/YKS-PUP/X/19984, yang pada akhirnya sesuai SK YKS PUP Nomor : 010/SK/YKS-PUP/VIII/1986 dipecah kembali menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan dan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat sampai sekarang.
Banyaknya pusat penelitian dan pengembangan dibawah LPP Unpak pada tahun 1987 ada 5 yaitu :
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Ekonomi dan Masyarakat
2. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hukum dan Masyarakat
3. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan dan Sastra
4. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Teknik dan Kewilayahan
5. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Sesuai SK Rektor UNPAK Nomor 023/SK/REK/V/1997, struktur organisasi LPP dilengkapi dengan enam puslitbang, yaitu Puslitbang Hukum, Puslitbang Ekonomi, Puslitbang Pendidikan, Puslitbang Budaya dan Sastra, Puslitbang Teknik, serta Puslitbang Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, pada tahun 2003 Lembaga Penelitian dan Pengembangan UNPAK mengalami restrukturisasi organisasi agar dapat menjadi lebih efisien dan bekerja lintas sektoral. Dari enam puslitbang yang ada kemudian dirampingkan (down sizing) menjadi empat Puslitbang, yaitu 1.) Puslitbang Lingkungan dan Kewilayahan, 2.) Puslitbang Kemasyarakatan dan Budaya, 3.) Puslitbang Industri dan Kewirausahaan, 4.) Puslitbang Sumber Daya dan IPTEK.
Berdasarkan SK Rektor No. 21 /Rek/VII/2008 kembali dilakukan perampingan struktur LPP Unpak menjadi membawahi 3 Puslitbang yaitu :
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri dan Kewirausahaan
2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemasyarakatan, Budaya dan Lingkungan Hidup
3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan IPTEK.
Perubahan masih terus terjadi, pada tahun 2009 nama Lemabaga Penelitian dan Pengembangan berubah menjadi Lembaga Penelitian; sekarang menjadi Lembaga Penelitian Universitas Pakuan (Lembaga Penelitian UNPAK).
VISI DAN MISI LEMBAGA PENELITIAN
Visi
Visi Lembaga Penelitian UNPAK adalah terwujudnya Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Pakuan yang profesional dan handal, serta mampu memberikan hasil nyata bagi peningkatan kemampuan sivitas akademika, dalam mengabdikan diri bagi bangsa dan negara melaui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Misi
1. Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan dalam bidang :
- Industri dan Kewirausahaan
- Kemasyarakatan, Budaya dan Lingkungan Hidup.
- Sumberdaya dan IPTEK
2. Melakukan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan berbagai pihak dalam lingkungan Universitas Pakuan maupun instansi Pemerintah Daerah dan Pusat, serta pihak swasta maupun industri.
3. Melakukan pengkajian berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penerapannya untuk peningkatan kemajuan daerah.
4. Melakukan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan, dalam bentuk seminar dan jurnal ilmiah, serta menyelenggarakan seminar nasional, regional maupun internasional.
Download Panduan DIKTI EDISI VII :1. Panduan Edisi VII
2. Panduan Edisi VII
3. Panduan Edisi VII
4. Panduan Edisi VII
5. Panduan Edisi VII
LAYANAN KEPAKARAN
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PAKUAN
PENELITIAN ATAU KAJIAN
Sosok kepemimpin di daerah yang menjadi panutan masyarakat, berjiwa pamong.
Hasil kajian adalah: Mengetahui sosok pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan dapat dijadikan sebagai panutan karena memiliki jiwa “Pamong”, sehingga dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemda disesuaikan dengan kondisi tersebut
Penguatan kota / Kabupaten melalui penguatan pemberdayaan kelurahan / desa.
Hasil kajian adalah: Pemetaan mengenai potensi kelurahan/desa baik aparat kota/desa maupun masyarakat di kelurahan/desa, sehingga kelurahan/desa yang bersangkutan mampu mandiri.
3. Masukan Metoda Peningkatan Pengelolaan Anggaran Daerah untuk diterapkan dalam peningkatan Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Daerah serta Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
Hasil kajian adalah: Memperkuat, memperkaya dan mengembangkan aparat pemerintah dalam peningkatan pengelolaan anggaran sejak pengajuan sampai penyusunan pertanggung jawaban yang terbentuk dalam sistem keuangan daerah
4. Manajemen Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Kuat
Hasil kajian adalah: Sistematika manajemen pemerintahan daerah yang apik, tertib, bersih dan kuat serta bertanggungjawab, yang dapat diangkat sebagai budaya pengelolaan pada setiap lini pemerintahan kota/kabupaten.
5. Peningkatan Kualitas Kesejahteraan Masyarakat yang menyangkut Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan.
Hasil kajian adalah: Pemetaan kondisi masyarakat dalam hal pendidikan, kesehatan, serta lingkungan, sehingga dalam penataan dapat dilakukan pembinaan secara komprehensif,. Hasil kajian menunjang peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.
6. Pemanfaatan Informasi Teknologi khususnya “Online”.
Hasil kajian adalah: Pemetaan mengenai kemampuan aparat pemerintah dalam menghadapi kemajuan teknologi agar dapat mempercepat penyelesaian tugas dalam pemanfaatan waktu yang relatif singkat, sehingga jarak wilayah tidak lagi menjadi hambatan. Dan pengendalian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
7. Peta untuk Rencana Tata Ruang Wilayah yang berbasis kesepadanan Potensi Wilayah, kondisi kependudukan, sosial-ekonomi-budaya-hukum yang akurat dan lengkap.
Hasil kajian adalah: Pemetaan mengenai potensi desa secara menyeluruh dan pemetaan potensi desa yang sepadan dengan desa lainnya, sehingga tata ruang wilayah Kabupaten Bogor teratur, tertib, rapi dan asri, yang dapat dijadikan percontohan bagi pemerintah daerah lainnya, disamping penajian informasi yang akurat mengenai kependudukan, sosial, ekonomi, budaya, serta hukum yang dapat dipergunakan semua fihak yang berkepentingan dengan tingkat kebenaran yang baik.
8. Menggali Potensi Wilayah untuk Kemakmuran Wilayah melalui Keterkaitan industri besar dengan perusahaan kecil / industri rumah tangga melalui program “Bapak Angkat”, baik untuk barang maupun jasa.
Hasil kajian adalah: Pemetaan mengenai kondisi industri besar dan perusahaan-perusahaan kecil yang dapat dikaitkan dengan sistem “Bapak Angkat” untuk semua macam produk, baik barang maupun jasa, sehingga kemakmuran bersama dapat diwujudkan.
Pemanfaatan sampah organik:
a). Sumber energi terbarukan,
b). Produk pupuk organik kompos,
c). Peluang usaha pupuk kompos.
Hasil kajian adalah : rancang bangun bioreaktor teknologi tepat guna/sederhana
yang efektif dan efisien; campuran bahan baku gasbio & pupuk kompos yang tepat teknologi pembuatan gasbio & pupuk kompos bagi masyarakat; Analisis peluang usaha
Pemanfaatan sampah anorganik
Hasil Kajian
a). Peningkatan pendapatan masyarakat,
b). Membuka lapangan kerja/usaha baru,
c). Membangun kerja sama Pemda dan masyarakat dalam mengatasi persoalan
sampah
Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Hasil kajian : kelayakan proyek dilihat dari segi dampak positif dan
dampaknegetifnya; rencana pemantauan lingkungan; rencana pengelolaan lingkungan.
Pengembangan potensi objek wisata dan peningkatan SDM-nya.
Hasil kajian adalah : rekomendasi perbaikan daya tarik objek wisata dan peningkatan kunjungan wisatawan; rekomendasi pengembangan ekowisata, agrowisata, wisata seni dan wisata olah raga; rekomendasi jenis pelatihan bagi pelaku usaha wisata dan masyarakat di sekitar objek wisata agar meningkat kesejahteraan ekonominya.
Optimasi pemanfaatan SDA-lahan untuk pertanian berbasis data karakter dan kondisi biofisik lingkungan (iklim, hidrologi, bentuk wilayah, dll.).
Hasil kajian adalah : peta pengembangan pusat komoditas pertanian unggulan seluruh kecamatan (sayuran, buah-buahan, bunga, dll.)
Keanekaragaman jenis plasma nutfah tanaman daerah Bogor.
Hasil kajian adalah : dokumen basis data keanekaragaman jenis-jenis nabati yang ditanamam masyarakat Bogor; peta komoditas tanaman pertanian; rekomendasi pelestarian plasma nutfah daerah Bogor; dokumen bahan referensi untuk guru, pelajar dan umum.
Kekayaan seni budaya lokal dan benda-benda cagar budaya.
Hasil kajian: basis data seni budaya; benda cagar budaya; data acuan dinas pariwisata; rekomendasi pelestarian seni budaya.
Penelitian sejarah kerajaan Sunda.
Hasil kajian: mengembalikan Pakuan Pajaran (Bogor) sebagai pusat budaya Sunda.
PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI (IPTEKS)
Aplikasi Teknologi Informasi, misalnya untuk pengembangan wilayah dan kota, pertumbuhan UKM, pemanatauan dan pengelolaan lingkungan, standar pelayanan minimum (SPM) atau peningkatan mutu layanan, managemen, dll.
Produksi energi terbarukan, seperti gasbio dari sampah / limbah organik dan produksi bahan bakar nabati (biofuel).
Produksi pupuk kompos yang berkualitas dan aman serta insektisida nabati untuk menunjang usaha pertanian organik.
Teknik bercocok tanam di pekarangan sempit (Teknik Vertikultur).
Pembuatan taman kota, hutan kota, jalur hijau dan lain-lain berbasis keindahan, mengatasi pencemaran lingkungan, pelestarian satwa dan pendidikan lingkungan bagi pelajar dan mahasiswa.
Peningkatan wawasan dan keterampilan PNS (hukum, administrasi, keuangan, kependidikan, dan lain-lain).



L P P
